Arsip untuk ‘UPACARA BENDERA ITU HUKUMNYA HARAM!’ Kategori

h1

UPACARA BENDERA ITU HUKUMNYA HARAM!

4 Februari 2013

UPACARA BENDERA ITU HUKUMNYA HARAM!

USTADZ ABI FAJRY FAISOL TANTOWI!

USTADZ ABI FAJRY FAISOL TANTOWI!

By: Ustadz Abi Fajry Faisol Tantowi!

Apakah upacara bendera itu hukumnya haram?…

Yaa akhi / yaa ukhti, sebenarnya upacara bendera itu hukumnya haram, maka barangsiapa yang melakukan upacara bendera, maka dia sudah berbuat banyak kekejian didalam hidupnya sebab upara bendera itu hukumnya haram untuk dilakukan!

Berikut ini akan ana nukilkan penjelasan dari Ustadz Abi Fajry Faisol Tantowi -Hafidzullah- seputar keharaman melaksana upacara bendera.

Beliau -Hafidzahullah- menerangkan bahwasanya didalam upacara bendera terdapat beberapa kemungkaran, di antaranya!:

- Pertama: Sering terdapat ikhtilath (laki-laki dan perempuan yang bukan muhram bercampurbaur) didalamnya dan banyak dalil yang menunjukkan tentang haramnya ikhtilath.

- Kedua: Menghormati bendera adalah bid’ah dan merupakan bentuk tasyabbuh kepada orang-orang kafir (menyerupai orang non Muslim), sedangkan Rasulullah -Ashalatu ‘alayhi wa alihi wa shahbihi wa salam- telah bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka!”. (Dihasankan oleh Syaikh Al-AlBani di dalam Al-Irwa’ no. 1269).

Dan apabila ada bentuk pengagungan atau penghormatan terhadap bendera yang menyamai dengan pengagungan terhadap Allah -Subhanahu Wa Ta’ala-, maka hukumnya adalah Syirik Akbar.

Demikian jawaban Beliau -Hafidzahullah-. 

Dan di sini ana (Penulis) akan menambahkan!:

- Ketiga: Upacara bendera biasanya diiringi dengan lagu kebangsaan, sedangkan mendengarkan lagu walaupun tanpa alat musik adalah hal yang terlarang (sangat diharamkan). Allah Ta’ala berfirman: “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan”. 

Kebanyakan para Mufassirin (Ahli tafsir Al-Qur’an) seperti Ibnu Mas’ud dan lain-lainnya menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan “Perkataan yang tidak berguna” dalam ayat Qur’an di atas adalah nyanyian; lagu; musik; dan sejenisnya.

UPACARA BENDERA ITU HUKUMNYA HARAM!

UPACARA BENDERA ITU HUKUMNYA HARAM!

Dan Rasulullah -Shallallahu ‘alayhi wa alihi wa sallam- telah bersabda: “Akan ada dari ummatku sekelompok orang yang menghalalkan zinah; sutra; minuman keras; dan alat-alat musik!”. (Hadits Shahih riwayat Bukhari didalam Kitab Shahih Bukhari, dari Abu Malik Al-Asy’ary).

Kalimat “Menghalalkan” dalam hadits diatas menunjukkan bahwa hal-hal yang tersebut di atas (yakni: Berzinah; sutra; minuman keras; dan semua alat musik) itu hukumnya haram, namun kemudian banyak orang Muslim yang menghalalkannya.

Nyanyian; lagu; serta bermain musik itu hukumnya haram, tidak boleh dibilang halal, itu adalah sesuatu yang haram jikalau dilakukan. Silahkan baca tentang haramnya musik disini!:  MUSIK ITU HUKUMNYA HARAM!. 

- Keempat: Para peserta upacara berdiri untuk menghormati, mungkin menghormati pemimpin upacara ataukah untuk menghormati benderanya. Padahal Anas bin Malik -Radhiyallahu ‘anhu- telah menceritakan mengenai keadaan para shahabat Nabi Muhammad -Shallallahu ‘alayhi wasallam-: “Tidak ada seorang pun yang lebih mereka (para shahabat) cintai daripada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa wasallam-. (Sekalipun demikian) mereka jika melihat beliau, maka mereka tidak berdiri karena mereka tahu akan kebencian beliau terhadap hal tersebut!”. (Hadits Shahih Riwayat At-Tirmidzi didalam Kitab Sunan At-Tirmidzi no. 2754).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -Rahimahullah- pernah berkata: “Maka sebagai kesimpulan bahwa berdiri (untuk menghormati); duduk; ruku’; dan sujud hanyalah hak Allah satu-satunya yang telah menciptakan langit dan bumi. Jadi apa saja yang merupakan hak Allah, maka tidak boleh dipalingkan kepada siapa pun juga dari kalangan makhluk-Nya!”. (Ziyaratul Qubur wal Istinjadu bil Maqbur, hal. 55-57).

Oleh karenanya, kita (selaku Muslim sejati) sangat diharamkan untuk menghormati siapapun, baik itu sambil berdiri; sambil duduk; sambil ruku’ (sambil membungkuk); ataupun sambil bersujud, maka itu hukumnya haram dilakukan oleh kita (selaku Muslim sejati). Sebab dzat yang wajib kita hormati bukanlah manusia ataupun bendera, tetapi hanyalah Allah -Tabaraka Wa Ta’ala- yang wajib kita hormati dan kita junjung tinggi!

ALLAHU AKBAR! 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 66 pengikut lainnya.